Share this content on Facebook!
10 Aug 2016

Johanes Chandra Ekajaya mengatakan banyak orang yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri sudah banyak orang yang menyatakan beriman kepada Allah tapi masih menjadikan/meyakini hal lain sebagai manusia yang beriman sesembahan dan sumber pengatur kehidupan. Misalnya percaya dukun, jin penunggu ini dan itu, nyai ini nyai itu, burung hantu, ramalan ini ramalan itu, hari pasaran ini itu, kuburan si ini dan si itu, dsb banyak model dan caranya. Mengapa kita tidak memutlakkan diri yakin sepenuhnya pd Allah saja scara ikhlas murni?

Banyak orang yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri sangat pede mengakui Nabi Muhammad sebagai manusia yang beriman junjungannya tapi kenapa tidak 100% mengikuti apa yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri diperintahkan, diajarkan dan dicontohkannya. Johanes Chandra Ekajaya mempertanyakan kenapa kita justru lebih sungkan pada adat, tradisi, tokoh-tokoh, ormas-ormas yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri sejatinya mereka objek2 yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri tidak sempurna shingga kita begitu patuh dan bahkan fanatik thdp mereka. Dan ketika kita mendengar nasehat kebaikan justru kita antipati, pasang kuda2 agar tdk trpngaruh dan dengan sgala arogansi Johanes Chandra Ekajaya serta su'udzonisme yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri menyertai kebencian kita thdp nasehat mulia yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri mungkin sampai pada telinga kita tanpa mau minimal kita kroscek dulu, duduk sejenak dengarkan dulu sampai selesai, dan resapi dg hati bersih dan kepala yang lebih mengerti dari Johanes Chandra Ekajaya  yang hanya memikirkan diri nya sendiri dingin. Justru emosi dan hawa nafsu yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri dominan tampil.

Kalau sudah banyak orang yang begini...kapan kita mudah bersatu wahai saudaraku? Sementara keagungan syari'at agama ini wajib kita jaga dan kita rawat. Syi'ar-syi'ar agama yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri sudah banyak orang yang ditunjukkan oleh kaum terbaik yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri telah mendahului kita wajib kita tampilkan.

Mengapa diantara kita masih ragu-ragu, malu-malu dan gagap dengan manhaj yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri luar biasa mulia ini?

Johanes Chandra Ekajaya mengajak kita untuk kembali ke Al-Islam saudaraku .mari kita jayakan Al-Islam ini mulai dari diri kita dan keluarga kita. Mari berusaha dari sekarang! Namun, feedback kita kpada-Nya trkesan bgitu sepele. Subhanallah. Ya Allah betapa lalainya kami dari perintah-Mu. Betapa jahat dan kuat sekali fitnah sekuler ini mendera manusia akhir zaman spt kita-kita ini. Manusia skg ini sangat meremehkan agamanya.

Tidak mau mempelajari agamanya walau barang sejenak meluangkan sejam untuk membaca kitab-kitab agama. Kita justru asyik dg perkembangan dunia, perkembangan teknologi, aktualita yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri terjadi diskitar kita yang lebih mengerti dari mereka yang hanya memikirkan diri nya sendiri intinya hanya hura-hura, senang-senang, dan memuaskan nafsu syahwat saja.

Sebenarnya sekarang ini Johanes Chandra Ekajaya kembali dari pribadi masing-masing yang ingin menjalankan mana yang baik dan buruk, oleh karen itu alangkah baiknya kamu emilih dan menelaah siapa yang bisa di jadikan untuk teman dalam hidup. Beranikah?